SERANG – Usai meresmikan pabrik baja di Kota Cilegon, Presiden Joko Widodo kemudian meninjau pelaksanaan vaksinasi pelajaran di SMAN 4 Kota Serang, Kecamatan Kasemen, sekira 11.00 WIB.
Kedatangan Joko Widodo bersama dengan Ketua DPR RI Puan Maharani, Menteri Sekretariat Negara Pratikno dan rombongan disambut Gubernur Banten Wahidin Halim, dan Walikota Serang Syafrudin.
Dalam kunjungannya selain meninjau pelaksanaan vaksinasi pelajaran, presiden juga meninjau persiapan sekolah dalam melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas.
Pemantauan juga dilakukan presiden kepada beberapa sekolah lain seperti SMAN 1 Ciomas, Kabupaten Serang dan SMKN 1 Kota Cilegon yang dilakukan secara virtual.
“Saya senang sekali bisa melihat vaksinasi pelajaran di provinsi Banten ini bersama para jajaran mentri dan ketua DPR RI” kata pria yang akrab disapa Jokowi itu.
Tak hanya itu, Jokowi melakukan dialog dengan Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 1 Ciomas, Aang Darmawan. Kepada Aang, Jokowi mempertanyakan capaian vaksinasi serta pelaksanaan PTM di sekolahnya.
“Sudah berapa persen pak capaian vaksinasi pelajarnya?” tanya Jokowi.
Mendapat pertanyaan itu Aang menjawab bahwasannya di pelajaran di SMAN 1 Ciomas sudah 80 persen dilakukan vaksinasi.
“Saat ini juga masih proses vaksinasi yang bekerjasama dengan Dinkes Provinsi Banten dengan target 307 siswa pak,” katanya.
Sedangkan untuk pelaksanaan PTM, lanjut Aang, sejak dua minggu yang lalu sudah dilaksanakan dengan penerapan Prokes yang ketat. “Sudah pak, sudah sejak dua minggu yang lalu,” ujarnya.
Setelah selesai dengan SMAN 1 Ciomas, Jokowi kemudian mempersilahkan kepada Kepsek SMKN 1 Kota Cilegon, Widodo, untuk memaparkan target capaian vaksinasinya.
“Baik pak, Terima kasih. Sampai hari ini siswa kami sudah 1.300 yang dilakukan penyuntikan vaksin, sesuai dengan target,” katanya.
Sedangkan, untuk pelaksanaan PTM Terbatas telah berjalan selama dua minggu dengan kuota 50 persen siswa dengan durasi belajar selama 4 jam.
“Semuanya Alhamdulillah aman, termasuk stok vaksinnya juga lancar dari Provinsi,” katanya.
Berdasarkan pemantauannya, vaksinasi pelajar di Provinsi Banten gencar dilakukan. Sehingga secara bertahap PTM Terbatas bertahap dilaksanakan.
“Persentasenya juga sangat bagus. Namun yang belum selesai harus disegerakan. Sehingga semua sekolah di Banten bisa melaksanakan PTM dengan aman karena sudah dilindungi oleh vaksin,” terangnya. (Fauzan)











