TANGERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang akan melakukan tracing kepada siswa yang mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah. Kegiatan itu untuk memastikan apakah ada siswa yang terpapar covid-19 atau tidak.
Walikota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan, tracing dilakukan untuk mengantisipasi adanya kluster sekolah. Karena ada informasi bahwa wilayah Banten ada kluster sekolah saat PTM.
“Nanti kami bekerjasama dengan Dinas Kesehatan, untuk melakukan swab antigen kepada siswa yang melakukan PTM. Jika ada yang terpapar, maka sekolah itu ditutup sementara,” ujarnya di Puspemkot Tangerang, Senin (27/9).
Arief menepis adanya anggapan semua sekolah ditutup, jika ada siswa yang terpapar. Menurutnya, hanya satu sekolah saja, selebihnya jika tidak ada yang terpapar maka PTM tetap berjalan sesuai dengan aturan.
“Kalau kita melihatnya bukan semua sekolah, misalnya ada siswa di SMPN 2 terpapar maka sekolah itu saja yang ditutup. Semoga tidak ada siswa yang terpapar,” katanya.
Ia menjelaskan, Dinas Pendidikan juga akan menambah 120 tim pengawas untuk melakukan pengawasan terhadap sekolah yang menggelar PTM. Hal tersebut, untuk memastikan berjalannya protokol kesehatan yang sudah ditetapkan.
“Saya sudah intruksikan juga kepada Dindik Kota Tangerang agar menambah tim pengawasan. Jadi, dengan cara tersebut akan bisa memonitor kegiatan PTM di Kota Tangerang,” ungkapnya.
Sementara itu, Camat Cipondoh Rizal Ridholloh menjelaskan, untuk sekolah yang menggelar PTM di wilayah Cipondoh sebanyak 16 sekolah. Selebihnya, masih menunggu asesement dari Dinas Pendidikan Kota Tangerang untuk menggelar PTM.
“Kalau kita memberikan izin sesuai dengan zona, di Cipondoh sudah masuk zona kuning maka itu saya berikan izin. Tetapi, bisa tidaknya PTM menunggu hasil asesment dari Dindik Kota Tangerang,” tutupnya. (ran)











