INDUSTRI OLAHAN
Mimpi Hendra yang juga dosen statistik dan ilmu ekonomi di Universitas Mathla’ul Anwar (Pandeglang) itu, tak hanya sampai di situ. Setelah di sisi hulunya diperkuat, Koperasi PKM bakal masuk ke sisi hilir dengan membangun industri olahan umbi sente menjadi tepung, produk rebusan, hingga cerelac.
“Umbi sente juga bisa diolah menjadi pengganti nasi bagi penderita diabetes,” ungkap Hendra
Terkait harga umbi sente, Hendra menjelaskan, pabrik membeli dari koperasi sebesar Rp3.000 per kilogram. Hitungan koperasi berbagi keuntungan dengan petani adalah sebesar 50:50.
“Tapi, yang 50 persen keuntungan koperasi juga kan milik mereka juga sebagai anggota koperasi. Jadi dengan berkoperasi itu lebih adil, dari kita untuk kita. Keuntungan kita nikmati bersama,” jelas Hendra.
Untuk itu, Hendra mengungkapkan bahwa para pengurus dan anggota Koperasi PKM membutuhkan pelatihan perkoperasian dari Kemenkop dan UKM. “Selama ini kita berkoperasi secara otodidak. Kami butuh pelatihan manajemen mengelola koperasi yang baik dan benar,” tandas Hendra.
Hendra berharap, dengan pelatihan perkoperasian, SDM di Koperasi PKM dapat lebih teredukasi. “Kami juga berharap ada penambahan literasi, khususnya terkait pupuk organik dan non organik, lewat pelatihan-pelatihan,” imbuh Hendra.











