Sementara itu di bidang pendidikan, alumni UI ini mengatakan, tahun ini akan dibangun sekolah-sekolah yang selama ini menumpang di sekolah lain atau filial di Kabupaten Lebak. Selain pembangunan sekolah, Pemprov Banten melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten memberikan perhatian kepada para guru honorer di SMA/SMK/Skh swasta di Banten berupa insentif setiap bulannya.
Mantan Walikota Tangerang ini mengaku optimis jika apa yang ada di Provinsi Banten dapat dikelola dengan baik maka akan memberikan dampak kemajuan bagi masyarakat dan Provinsi Banten. Hal itu bisa dibuktikan dengan prestasi peningkatan produktivitas padi yang berada di posisi nomor tiga nasional, laju pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten di atas nasional, serta realisasi investasi yang mencapai Rp 64 triliun tahun 2020 lalu. Para investor menanamkan investasinya di Banten karena Pemprov memberikan kemudahan pelayanan seperti izin digital. Ditambah lagi potensi yang ada di Banten dan banyak hal-hal lainnya yang diapresiasi investor. Apalagi, pihaknya juga sudah menyiapkan infrastruktur untuk menunjang perekonomian mereka.
“Kita punya potensi, listrik kita terbesar se Jawa Bali. Listrik kita surplus. Air minum juga karena ada Karian dan Sindangheula yang cukup untuk industri,” terang WH. Hal itu semua cukup melengkapi atribut keBantenan, bukan hanya budaya tapi transportasi.
Mantan birokrat ini menegaskan, apabila Provinsi Banten ingin berubah, maka masyarakat Banten juga harus mengubahnya. “Yang terpenting, sebagai masyarakat yang berakhlakul karimah jangan lupa bersyukur kepada Allah SWT. Para pejabat Pemprov dan para ASN juga harus menghindari perbuatan yang dilarang, termasuk korupsi. Apapun yang kita peroleh adalah nikmat yang luar biasa,” tutur WH. (nna/air)











