Manut kepada suami, merupakan bukti dari kesolehan istri. Tapi apa jadinya jika banyak larangan yang didasari sikap cemburuan, begini dilarang begitu dilarang. Seperti yang dialami Yuni (29) yang tertekan berumah tangga dengan Tole (31), keduanya nama samaran.
Ditemui Radar Banten di salah satu sekolah dasar di Kecamatan Petir, Senin (4/10) Yuni tak malu mencurahkan isi hatinya. Ia merasa tak sanggup lagi mempertahankan hubungan dengan Tole karena merasa tertekan.
Keputusan Yuni menerima lamaran Tole memang awalnya menuai kecaman dari keluarga dan saudara. Soalnya, mereka tak setuju karena perbedaan status sosial.
Maklumlah, keluarga Yuni memang tak beruntung kalau soal ekonomi. Mereka hanya petani dan berkebun. Sedangkan Tole hampir semua anggota keluarganya aparatur sipil negara (ASN).
Selain itu, banyak beredar informasi di warga kampung, kalau keluarga Tole sombong. Tidak pernah bergaul dengan warga kampung dan selalu menutup diri. Setiap ada kegiatan warga juga tak pernah ikut.
Tapi lantaran Yuni sudah kepalang cinta dengan Tole yang keren dan tampan, ke mana-mana membawa mobil dan berkaca mata hitam, restu keluarga jadi nomor dua, yang penting cinta tetap berjaya.











