Tak hanya itu, lanjut Ati, ruang hemodelisa (HD) atau cuci darah juga akan bertambah menjadi 38 ruang. “Belum lagi ruang infeksius HD. Yang totalnya juga 50 ruang,” ujarnya.
Untuk tenaga kesehatan, ia mengaku akan merekrut begitu gedung RSUD Banten delapan lantai akan dioperasionalkan. Tenaga kesehatan yang dibutuhkan yakni perawat, dokter umum, serta tenaga penunjang lainnya.
Kata dia, pelayanan kesehatan RSUD juga ditingkatkan, salah satunya dengan membuka pelayanan rawat jalan sore hari untuk mempermudah akses bagi masyarakat. Saat ini juga, RSUD Banten memiliki pelayanan unggulan baru yakni hyperbaric, bronchoscopy, dan cath lab yang baru diluncurkan pada awal Oktober lalu. Dalam rangka menjadikan RSUD Banten sebagai rumah sakit pendidikan dan rujukan provinsi yang kedua, maka pengembangan fasilitas sarana dan prasarana terus dilakukan.
Dalam peringatan Sewindu RSUD Banten, kemarin Gubernur Banten Wahidin dan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy beserta Plt Sekda Banten Muhtarom dan para pejabat di lingkup Pemprov Banten meninjau pembangunan gedung delapan lantai tersebut. Gubernur Banten yang akrab disapa WH ini memastikan pembangunan itu akan rampung pada Desember. Dengan begitu, gedung baru ini sudah dapat beroperasional pada Januari atau Februari nanti. “Dengan adanya gedung ini, maka masyarakat tidak akan lagi kekurangan tempat tidur,” ujarnya.
Untuk alat kesehatan, orang nomor satu di Banten ini mengaku sudah mengalokasikannya di tahun anggaran 2021 dan 2022. Dengan adanya penambahan gedung ini, WH berharap masyarakat tak perlu khawatir lagi tidak mendapatkan tempat tidur saat akan menjalani rawat inap. (nna/alt)











