Meskipun di masa pandemi Covid-19, Gubernur Banten Wahidin Halim dan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy tetap berupaya mewujudkan impian masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang terbaik di Banten. Hal itu diwujudkan dengan dibangunnya RSUD Banten delapan lantai oleh Pemprov Banten untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di bidang kesehatan.
Jumlah tempat tidur yang saat ini tersedia di RSUD Banten sebanyak 250 unit akan ditambah 247 unit dengan adanya pembangunan gedung baru tersebut. Tentunya dengan penambahan jumlah tempat tidur ini, kebutuhan masyarakat dapat terakomodir. Apalagi, ratusan tempat tidur yang baru nanti akan diprioritaskan untuk rawat inap kelas III guna mengakomodir masyarakat yang tidak mampu sesuai Permenkes Nomor 44 Tahun 2009.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten dr Ati Pramudji Hastuti mengatakan, selain fasilitas tempat tidur, pelayanan kesehatan lainnya juga ditingkatkan. Salah satunya adalah membuka pelayanan rawat jalan sore hari untuk mempermudah akses bagi masyarakat. Berbagai fasilitas kesehatan itu ditingkatkan seiring dengan arahan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten yang tertuang dalam RPJMD. “Kami senantiasa mewujudkan harapan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten serta masyarakat Banten terhadap pelayanan yang bermutu dan berkualitas dengan terus melakukan upaya pengembangan,” ujar Ati saat peringatan Sewindu RSUD Banten, Senin (11/10).

Saat ini juga, RSUD Banten memiliki pelayanan unggulan baru yakni hyperbaric, bronchoscopy, dan cath lab yang baru diluncurkan pada awal Oktober lalu. Dalam rangka menjadikan RSUD Banten sebagai rumah sakit pendidikan dan rujukan provinsi yang kedua, maka pengembangan fasilitas sarana dan prasarana terus dilakukan.
Dalam peringatan Sewindu RSUD Banten, Gubernur dan Wakil Gubernur Banten meninjau pembangunan gedung delapan lantai tersebut. Gubernur Banten yang akrab disapa WH ini memastikan pembangunan itu akan rampung pada Desember. Dengan begitu, gedung baru ini sudah dapat beroperasional pada Januari atau Februari nanti. “Dengan adanya gedung ini, maka masyarakat tidak akan lagi kekurangan tempat tidur,” ujarnya. (*)









