SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Musim kemarau mulai berdampak pada ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah di Provinsi Banten. Sedikitnya 139 desa yang tersebar di enam kabupaten dan kota dilaporkan mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Kondisi tersebut mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten bersama pemerintah kabupaten dan kota serta berbagai pemangku kepentingan mengintensifkan distribusi bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Banten, Lutfi Mujahidin, mengatakan penyaluran air bersih dilakukan secara bertahap dengan melibatkan berbagai pihak. Langkah tersebut bertujuan memastikan kebutuhan dasar masyarakat selama musim kemarau tetap terpenuhi.
“Distribusi air bersih terus kami lakukan bersama pemerintah kabupaten dan kota serta stakeholder terkait untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan selama musim kemarau,” kata Lutfi, Senin, 27 Juli 2026.
Berdasarkan data BPBD Provinsi Banten, Kabupaten Lebak menjadi wilayah dengan jumlah desa terdampak terbanyak. Sebanyak 92 desa di daerah tersebut mengalami krisis air bersih.
Selanjutnya, Kabupaten Pandeglang tercatat memiliki 31 desa terdampak, Kabupaten Tangerang 12 desa, Kota Cilegon dua desa, Kota Serang satu desa, dan Kota Tangerang Selatan satu desa.
Lutfi mengatakan BPBD akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan untuk mengetahui potensi perluasan wilayah terdampak kekeringan. Distribusi air bersih juga akan disesuaikan dengan kebutuhan dan permintaan dari masing-masing daerah.
“Selama masyarakat masih membutuhkan, distribusi air bersih akan terus dilakukan bersama seluruh stakeholder yang terlibat agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi,” ujarnya.
Menurut Lutfi, musim kemarau yang diperkirakan masih berlangsung beberapa bulan ke depan berpotensi meningkatkan kebutuhan air bersih masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau menggunakan air secara bijak dan segera melaporkan kepada pemerintah apabila mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih.
BPBD Banten juga terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota, Perumda Air Minum, dunia usaha, serta berbagai elemen masyarakat untuk memperluas jangkauan distribusi bantuan ke wilayah terdampak kekeringan.
Meningkatnya jumlah wilayah yang mengalami krisis air bersih membuat sinergi lintas sektor menjadi salah satu langkah penting untuk meminimalkan dampak kekeringan selama puncak musim kemarau.*
Editor : Krisna Widi Aria











