Target Pasar yang Luas
Target pasarnya pun cukup luas. Menurut beberapa pengakuan pengusaha jus buah, target pasar mereka mulai dari anak sekolah hingga ibu rumah tangga. Hal itu karena jenis dan varian minuman yang kita jual bisa menyesuaikan lokasi tempat tinggal seperti ketika menjual di dekat sekolah dasar maka kita bisa menambahkan varian cokelat maupun minuman blender kemasan. Sedangkan ketika menjual di komplek perumahan, kita bisa menjual dengan varian susu atau dengan tanpa susu.
Banyak Penggemarnya
Berbeda dengan minuman dengan bahan dasar kopi maupun teh. Selain karena lebih spesifik, bahan utama yaitu kopi dan teh tidak bisa mencangkup semua orang. Ada yang tidak bisa minum kopi, ada juga yang menganggap teh di warteg lebih enak, dan lain sebagainya. Berbeda dengan jus buah, mulai orang sehat maupun yang sakit masih bisa mengksumsi minuman ini karena terbukti menyehatkan. Selain itu minuman yang segar sangat cocok dengan iklim tropis di Indonesia.
Budayakan Inovasi
Jika melihat perkembangannya maka ketika memulai usaha ini kamu wajib berinovasi, mulai dari penamaan hingga komponen bahan yang kamu gunakan. Selain itu yang terpenting adalah alat blendernya. Selain harus memilih yang benar benar bisa melembutkan buah dan es yang menjadi bahan pokok. Blender yang kamu gunakan harus mampu menjaga cita rasanya. Karena buah yang kamu olah bermacam macam maka gunakan blender yang mudah di cuci dan tidak meninggalkan bau. Sehingga rasa jusmu pun menjadi terjaga dan stabil.
Untuk memulai usaha ini, wajib memastikan modal awal yang perlu disiapkan. Estimasinya, etalase/gerobak jus Rp1.800.000, blender 250.000, gelas plastik Rp100.000, buah Rp300.000, susu Rp100.000. Total Rp2.550.000
Itu merupakan modal minimal untuk memulai usaha. Jika mempunyai sisa modal lebih bisa membeli mesin maupun bahan lain, seperti cup sealer, topping (coklat, meses, keju, caramel, dan lainnya). Kamu bisa memilih lokasi awal di sekitarmu saja, seperti di minimarket terdekat atau di depan rumah. (bie)











