“Bukti-bukti sudah kami serahkan ke Komdis (Komisi Disiplin-red) dan nanti akan dipanggil yang pertama melaporkan”.
“Insya Allah, pada tanggal 10, dari manajemen Perserang bisa datang ke PSSI untuk menjalani pemeriksaan,” kata Yunus kepada awak media.
Yunus menjelaskan jika bukti awal sudah dikumpulkan. Selanjutnya, akan dilaksanakan prosek penyelidikan untuk kasus ini.
Dia berjanji praktik pengaturan skor semacam ini akan ditangani secara serius karena merusak nilai sportivitas dalam sepak bola.
“Buktinya itu hanya chat. Kami serahkan ke Komdis. Kami juga tidak bisa sampaikan detailnya di sini. Nanti kita lihat saja apa yang dilakukan Komdis. Insya Allah, secepatnya karena Ketua Umum meminta kami untuk menjadikan kasus ini prioritas karena sudah mencoreng sepak bola kita,” tegasnya.










