Dedi mengatakan, berdasarkan keterangan keluarganya, korban mempunyai riwayat penyakit kejang. Korban juga sering pelupa. Ia bahkan sempat hilang karena tidak tahu arah pulang ke rumah. “Punya riwayat kejang-kejang, korban ini juga pelupa. Dia pernah hilang karena pelupanya itu (enggak ingat tempat tinggal rumah-red),” ungkap Dedi.
Kabid Humas Polda Banten Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Shinto Silitonga memastikan jasad korban tidak dimutilasi kendati ditemukan dalam kondisi terpisah. “Hasil pemeriksaan dari dokter forensik RSUD Dradjat Prawiranegara mengatakan mayat tersebut bukan korban mutilasi,” ungkap Shinto.
Hal tersebut dipastikan setelah dokter forensik yang memeriksa kerangka korban tidak menemukan tanda bekas kekerasan.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter forensik tidak ditemukannya kerusakan akibat benda apapun terhadap persendian tulang,” ujar alumnus Akpol 1999 ini.











