Selain itu, Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri untuk mewujudkan SDGs, tetapi membutuhkan upaya kolektif dari semua pemangku kepentingan, termasuk sektor swasta. Untuk sektor swasta, praktik Environmental, Social, and Governance (ESG) harus diterapkan di semua kegiatan bisnis.
“Perusahaan harus memperkuat manajemen risikonya agar dapat bertahan di masa depan. Situasi pandemi ini menjadi pelajaran yang sangat berharga. Akan banyak kerugian yang harus ditanggung jika prinsip ESG ini tidak diterapkan. Selain itu, penerapan ESG juga terbukti berdampak positif terhadap kinerja perusahaan,” papar Menko Airlangga.
Komponen sosial dalam prinsip ESG adalah kunci dalam mencapai keberlanjutan sosial. Kurangnya pembangunan sosial, termasuk kemiskinan, ketimpangan dan lemahnya supremasi hukum, dapat menghambat operasi dan pertumbuhan bisnis. Perusahaan diharapkan melakukan due diligence untuk mencapai keberlanjutan sosial. Langkah ini dapat membuka pasar baru, membantu mempertahankan dan menarik mitra bisnis, atau menjadi sumber inovasi untuk lini produk atau layanan baru.











