LKBA sebagai sarana menggerakkan melalui lomba, sudah mulai memberi dampak nyata yakni timbulnya kesadaran warga akan kebersihan dan keamanan. Ia berharap, tahun depan keadaan sudah berubah, pandemi Covid-19 sudah hilang, sehingga pelaksanaan LKBA bisa maksimal dan hadiahnya juga lebih besar.
Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Serang Rudi Suhartanto menambahkan, secara teknis ada perbedaan antara LKBA tahun sebelumnya dengan tahun ini, jika tahun lalu ada kategori juara Kampung Pemula dan Kampung Berkembang, tahun ini hanya satu juara umum. “Selain itu kalau sekarang mah kades punya hak memilih satu RW yang diunggulkan, kalau tahun lalu semua RW harus ikut,” terangnya.

Tujuan utama dari LKBA, kata Rudi, menciptakan desa wisata. Hal itu sudah mulai terwujud dengan terpilihnya Desa Cikolelet jadi Desa Wisata Terfavorit. Hal itu menjadi motivasi bagi desa-desa lainnya agar bisa maju dan berkembang. “Kita targetkan nanti Desa Sukaraja juga jadi desa wisata,” serunya.
Hal itu sudah mulai direalisasikan dengan melakukan penanaman pohon duren dan rambutan di Kampung Curug Dulang, Desa Sukaraja. Rudi mengaku sudah mendapat laporan terkait rencana bakal dibangunnya Desa Wisata Durian di Sukarajara di lahan seluas 5 hektare. “Saya tentu bangga, rencana ini harus kita dukung agar perekonomian warga semakin maju,” pungkasnya. (drp/alt)











