SERANG – Untuk mencapai target pendapatan asli daerah (PAD) Provinsi Banten, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Banten melakukan berbagai upaya. Dari target Rp11,92 triliun, realisasinya sampai 22 Desember sudah mencapai 91 persen atau Rp10,81 triliun. Ditargetkan, hingga akhir tahun nanti, realisasi PAD mencapai 92 persen atau Rp6,92 triliun.
Kepala Bapenda Provinsi Banten Opar Sohari mengatakan, dari lima jenis pajak daerah yang termasuk dalam PAD Provinsi Banten, empat di antaranya sudah melampaui target. “Semua di atas 100 persen, kecuali BBN-KB (bea balik nama kendaraan bermotor-red),” ujar Opar, Kamis (23/12).
Ia memaparkan, dari target PAD tahun ini yakni Rp7,59 triliun, realisasinya sudah sebesar 89 persen atau Rp6,76 triliun. Namun diperkirakan, hingga akhir Desember nanti, realisasinya bisa mencapai 91 persen atau Rp6,92 triliun.
Target PAD itu terdiri dari pajak daerah Rp7,19 triliun dan sudah terealisasi Rp6,5 triliun. Realisasi untuk pajak rokok sudah mencapai 102 persen atau Rp893,5 miliar, pajak bahan bakar kendaraan bermotor 110 persen atau Rp812,76 miliar, dan pajak air permukaan 108 persen atau Rp39,35 miliar. Sementara itu, realisasi pajak kendaraan bermotor yang menjadi primadona sudah mencapai 103 persen atau Rp2,85 triliun. “Pajak air permukaan dan pajak kendaraan bermotor masih dapat ditingkatkan sampai akhir tahun nanti,” ujar Opar. Namun, realisasi bea balik nama kendaraan bermotor (BBN-KB) baru 69 persen atau Rp1,9 triliun.
Opar mengatakan, pihaknya dapat mengintervensi pajak kendaraan bermotor. Namun, BBN-KB tidak dapat diintervensi karena banyak faktor, salah satunya permasalahan ekonomi.
Kata dia, selama ini Bapenda terus bergerak untuk meningkatkan realisasi pendapatan. Sampai 31 Desember nanti, pihaknya berupaya untuk merealisasikan pendapatan asli daerah sampai 92 persen. (nna)











