Saat ini, Hasbudin mengaku mendapatkan informasi dari para pelaku UMKM jika harga sewa tenant di depan minimarket sangat mahal.
“UMKM di depan waralaba itu sewa, mahal, Rp900 ribu saya dengar. Kalau memang itu sewa itu wajar karena kita bicara bisnis, tapi jangan mencekik lah. Kalau satu bulan di angka Rp400 ribu paling tinggi Rp500 ribu,” ujarnya.
Selain mahal, manajemen minimarket kerap tidak memberikan keringanan kepada pelaku UMKM, dimana langsung memberikan denda jika telat membayar meski hanya satu hari.
“Ini artinya menggugurkan kewajiban saja menyiapkan tempat dan itu pun tidak semua. Tidak semua Alfamart, Indomart menyiapkan tempat itu. Jadi kalau ini berpihak, semua, setiap ada Indomaret, Alfamart, Alfamidi siapkan di situ kan tempat yang bisa digunakan tiga sampai lima outlet,” papar Hasbudin.
Pemerintah diharapkan Hasbudin harus bisa merubah kondisi tersebut. Menurutnya percuma pemerintah memberikan pembinaan serta pelatihan jika ruang bagi para pelaku UMKM untuk memasarkan produknya tertutup atau memberatkan.











