Menurut Isro pada kesempatan rapat Banmus itu ruang demokrasi dibuka selebar-lebarnya untuk menentukan dilanjutkan atau tidak penggunaan hak interpelasi DPRD.
“Saya beri kesempatan kepada teman-teman anggota Bamus yang representasi partai masing-masing sehingga kemudian Golkar dan PDIP tetap konsisten untuk tetap melanjutkan, tapi ketika divoting suara terbanyak untuk tetap tidak dilanjutkan,” kata Isro.
“Maka dengan sangat menyesal saya sampaikan kepada masyarakat bahwa terkait dengan interpelasi ini tidak bisa dilanjutkan, karena kami di DPRD kolektif kolegial, tidak bisa berdiri sendiri, harus ada ketentuan yang mengatakan ketika musyawarah tidak menemukan kata manfaat maka jalan terakhir adalah voting, ketika voting kami kalah,” tambah Isro.
Menurut Isro, hasil rapat Banmus kali ini berbeda dengan rapat Banmus sebelumnya, dimana saat itu mayoritas anggota Banmus menyepakati adanya rapat interpelasi.
“Yang sebelumnya kami divoting menang sekarang berbalik. Jadi suaranya konsisten terhadap hasil di paripurna kemarin yang tidak kuorum, partai politik yang tidak hadir sampai hari ini konsisten untuk tidak melanjutkan hak interpelasi,” jelas Isro.
Kendati seperti itu, menurut Isro legislatif tetap menjaga soliditas terkait program kerja DPRD.











