Jubaedi menjelaskan, pihak sekolah bersama tim dari pemerintah daerah kemudian melakukan traking terhadap siswa yang kontak erat dengan pasien Covid-19. “Kami melakukan koordinasi dan menyampaikan laporan ke puskesmas. Lalu dari pihak puskesmas melakukan traking dan testing swab PCR terhadap 25 siswa,” katanya.
Kaitan hasil PCR, sementara ini belum keluar. Jadi untuk sementara, 25 orang menjalani isolasi dulu di asrama. “Selama menjalani isolasi mereka mendapatkan perawatan dari tiga orang perawat,” katanya.
Ketika ditanya, bagaimana dengan kegiatan kegiatan belajar mengajar (KBM) terhadap siswa yang menjalani isolasi, Jubaedi mengatakan, pelaksanaan KBM tetap berjalan.
“Mereka belajar mandiri di asrama, diizinkan bawa laptop, dan itu pun kita tidak terlalu memberikan penekanan belajar seperti kondisi normal,” ungkapnya.(nna-mg-01/tur/alt)











