SERANG – Pemkot Serang menegaskan program Lomba Resik Lan Aman (LRLA) bukan program formalitas. Sejak digulirkan dua tahun lalu banyak lingkungan mengalami perubahan setelah menjadi peserta lomba tersebut. Demikian diungkapkan Walikota Serang Syafrudin saat membuka Rapat Koordinasi LRLA 2022 yang digelar di aula Setda Kota Serang, Selasa (22/2).
Hadir dalam acara tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Serang, Anthon Gunawan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Farach Richi, Ketua TP PKK Kota Serang Ade Jumaiyah, Perwakilan Radar Banten M Widodo, General Manager Banten TV Rahmat Hidayat, Perwakilan Polres Serang Kota, Camat se-Kota Serang dan perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya.
Menurut Syafrudin, selama di bawah kepemimpinannya LRLA menjadi program unggulan. Sejak dua tahun lalu digulirkan lingkungan di Kota Serang banyak mengalami perubahan. “Alhamdulilah dari tahun 2020 kemarin, lingkungan di Kota Serang banyak yang berubah,” ujarnya.
Selain itu, kata Syafrudin, melalui LRLA Pemkot Serang memiliki banyak keuntungan. Di mana, program yang melibatkan Radar Banten, Polres Serang Kota, Kodim 0602 Serang mampu menghadirkan permukiman dan lingkungan bersih, sehat serta mandiri dalam mengelola limbah. “Di lingkungan masyarakat Kota Serang sudah dilihat sendiri hasilnya, apalagi di perkampungan terutama masalah sanitasi,” katanya.
“Kemudian, tumpukan-tumpukan sampah yang sebelumnya berserakan di mana-mana. Kini sudah banyak berubah,” beber Syafrudin.
Kondisi ini, kata Syafrudin, jika terus ditingkatkan tiap tahunnya maka akan berdampak pada peningkatan berbagai sektor. Seperti, lingkungan, sanitasi, nilai ekonomi meningkat. “Dari sisi keamanannya terjaga termasuk perlindungan anak-anak kita dari bahaya narkoba,” katanya.











