Menurutnya, harga telur di pasaran cenderung stabil berkisar Rp22 ribu-Rp23 ribu per kg. Namun di sisi lain keuntungan yang didapat peternak telur dan pengusaha pakan ternak sangat tipis.
“Nah ini kita coba cari solusinya supaya berimbang. Jangan di sisi petaninya terlalu murah, di pedagangnya justru untung. Jadi harus seimbang,” jelasnya.
Menurut Harvick, kendala dalam hilirisasi pangan cukup kompleks. Bahkan jika berbicara impor, maka akan berpengaruh besar pada harga internasional.
“Secara spesifik contohnya pertanian, bahan baku impornya yaitu pupuk, harga internasionalnya sedang naik. Nah kalau bisa ini sedang dipangkas,” tegasnya.











