“Mukanya cantik, tapi seram. Wajahnya yang sebelah hancur,” kata Sam.
“Aku ga mau tau, terus aku harus gimana biar dia gak ikut aku,” tanyaku lagi.
Dengan batinnya, Sam berkomunikasi dengan noni Belanda. Dia meminta agar hantu pencemburu itu pergi menjauhi aku.
“Dia tidak mau pergi, Gan. Dia sudah nyaman ikut kamu, sudah lama ikut kamu,” katanya.
Layaknya manusia yang mencintai seseorang, noni Belanda itu menyayangi aku. Hantu itu akan melindungi aku ketika mendapat gangguan gaib. Begitu kata Sam.
“Tapi, energi noni Belanda itu negatif banget. Aku akan paksa dia untuk pergi,” Sam menegaskan.
Lega rasanya. Aku percaya, Sam akan menolongku. Dan aku yakin, Sam bisa. Entah bagaimana cara dia mengusir noni Belanda.
“Kuncinya tetap ada di kamu, Gan. Kamu harus tekun ibadah. Salat jangan lupa. Noni Belanda itu akan pergi,” pesan Sam. (*)
Reporter: Agus Priwandono










