Melempar koruptor yang tertangkap dengan telur dan melakukan aksi heroik panjat pagar gedung DPR.
Meski cerita-ceritanya itu pada akhirnya selalu berakhir dengan sad ending, tetapi akan selalu membuat dia tersenyum karena kami mau mendengarkan.
“Tapi apapun keadaannya, sebagai warga negara saya selalu optimis negara kita tidak akan hancur!” Tuk melanjutkan ceritanya.
“Siapa bilang?! Negara kita sedang genting. Kita harus siap-siap menghadapi kehancuran.” Marja tiba dari arah yang tidak terduga.
“Memang kita harus tetap waspada, tapi khawatir berlebihan juga sangat tidak enak, Mang.” Tuk lalu menyidekapkan kedua tangannya.
“Susah bicara denganmu, Tuk. Makanya apdet. Baca berita! Katanya mahasiswa? Seharusnya kamu lebih kritis dan tahu permalasahan bangsa.”
“Baca berita saja tidak cukup, Mang. Baca situasi juga, dong! Kalau hanya baca berita paling ujung-ujungnya jadi korban hoaks seperti Mang Marja.
Lagian Mang Marja juga tidak tahu ‘kan sumber berita yang dibacanya dari mana?”
“Apa kamu bilang?” Marja menarik kerah baju Tuk.











