Amarullah mengatakan, pada saat reformasi, ia melihat peluang dengan dibukanya pendafataran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi guru.
Ia kemudian mendaftar dan lolos menjadi PNS. “Kemudian saya ditempatkan di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Selatan Banten,” ujarnya. Di tempat inilah, tantangan menjadi seorang guru benar-benar ia rasakan.
Setiap hari selama hendak mengajar ia harus menyusuri hutan dan melewati jalanan mendaki gunung menggunakan vespa. Saat itu, jalanan di wilayah itu belum sabagus saat ini.
“Jadi sempat vespa mesinnya kebakar saat menanjak ke atas gunung. Mesinnya mati. Mau gak mau saya harus pelan-pelan pas turun karena kanan-kiri jurang,” ujarnya.
Pernah juga saat itu ia menggunakan mobil bermuatan kayu untuk pergi mengajar. “Karena motor rusak, terpaksa naik mobil apa saja yang ke araha sekolah. Karena sekolahnya diatas gunung,” jelasnya.
Pengalaman mengajar di Lebak ia jalanin selama 4 tahun dengan gaji perbulan Rp 100 ribu. (*)
Reporter: Syaiful Adha.
Editor : Agung S Pambudi











