Ketika sebuah organisasi kepemudaan diberi kesempatan menjadi promotor sebuahprogram literasi, maka bergelora lah semangatpengabdian untuk memperkenalkan ilmu pengetahuan dan karakter literat di tengah masyarakat.Garda Cendekia adalah bentuk akronim dari Gerakan Muda Cendekia. Organisasi yang berorientasi di lingkup pelajar dan kepemudaan ini lahir dan berkembang di kecamatan Cilograng, kabupaten Lebak berotasi aktif pada sektor pengembangan potensi anak muda.
Beberapa waktu yang lalu, organisasi yang sekaligus merupakan sebuah Taman Bacaan Masyarakat (TBM) ini lolos menjadi penerima Dana Hibah Let’s Read yang diselenggarakan oleh Forum TBM Pusat yang berkolaborasi dengan The Asia Foundation. Pada dasarnya, Let’s Read merupakan sebuah platform buku digital berbentuk aplikasi yang memuat konten bacaan yang ringan, mudah dipahami, dan sarat akan pengembangan keterampilan literasi. Keterampilan literasi itu sendiri memiliki beberapa kategori yang dikelompokkan berdasarkan fungsi dan karakteristiknya—yaitu, literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi finansial, dan literasi budaya.Demikian hubungan TBM Saung Garda Cendekia dengan Forum Taman Baca Masyarakat (FTBM) Pusat, keduanya mengemban visi yang seirama mengenai literasi.
Mengawali program yang rangkaian kegiatannya akan berlangsung hingga Mei mendatang, TBM Saung Garda Cendekia telah sukses dengan sosialisasi yang dilaksanakan secara luring dan daring.Ada sebanyak enam belas mitra yang menjadi mitra kegiatan, meliputisekolah, kelompok masyarakat, dan Taman Bacaan Masyarakat yang ada di sekitar kecamatan Cilograng.
Membuahkan tangan terbuka dari seluruh pihak mitra, semuanya sepakat bahwa platform buku digital Let’s Read ini adalah sebuah gagasan yang tepat untuk mendobrak batas-batas kebutaan literasi di masa kini. Antusiasme para mitra mendorong mereka untuk secara penuh mendukung dan mendampingi TBM Saung Garda Cendekia dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan yang telah direncanakan.
Bagi Hilah Fatahilah, sebagai Ketua TBM Saung Pintar yang menjadi salah satu mitra, beliau begitu mengapresiasi platform buku digital Let’s Read ini. “Ketika perwakilan TBM Saung Garda Cendekia menjelaskan tentang Let’s Read secara tataap muka pada tanggal 18 Maret 2022, saya langsung berpikir ini adalah sebuah gerakan yang positif. Ternyata ada buku-buku menarik dan mudah dibaca dalam bentuk digital,” katanya.











