Alex menjelaskan, nantinya tidak semua lulusan sekolah kedinasan akan mengabdi sebagai PNS di instansi yang menaungi sekolah kedinasannya. Lulusan sekolah kedinasan yang berasal dari Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, serta Kementerian Perhubungan akan disebar ke kementerian dan lembaga lainnya serta pemerintah daerah sesuai dengan kebutuhan.

“Bagi PNS lulusan sekolah kedinasan diharapkan siap mengabdi untuk melayani dan ditempatkan di seluruh Indonesia sesuai dengan kebutuhan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Alex mengungkapkan, seluruh rangkaian seleksi sekolah kedinasan dilaksanakan secara transparan, objektif, kompetitif, tidak diskriminatif, serta bebas dari unsur KKN. “Kepada setiap pelamar untuk selalu berhati-hati terhadap tindak penipuan yang mungkin terjadi dalam seleksi sekolah kedinasan ini,” katanya.
Jangan mempercayai oknum menawarkan atau menjanjikan kelulusan dan meminta imbalan. Sebab hal itu sudah dipastikan penipuan. “Persiapkan diri saja secara semaksimal mengikuti rangkaian seleksi sekolah kedinasan,” katanya.
Adapun 8 instansi atau lembaga negara yang siap menerima lamaran untuk 7.080 yaitu :
Kementerian Dalam Negeri
Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN): 1.230 formasi.
Kementerian Keuangan
Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN-STAN): 750 formasi.
Kementerian Hukum dan HAM
Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip): 300 formasi.
Politeknik Imigrasi (Poltekim): 300 formasi.
Badan Pusat Statistik
Politeknik Statistika STIS: 500 formasi.
Badan Intelijen Negara
Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN): 300 formasi.
Badan Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG): 250 formasi.
Badan Siber dan Sandi Negara
Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN): 100 formasi.
Kementerian Perhubungan: 3.350 formasi.
Politeknik Transportasi Darat Indonesia (PTDI-STTD)
Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Madiun
Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PTKJ) Tegal
Politeknik Transportasi Sungai Danau Penyeberangan (Poltektrans SDP) Palembang
Politeknik Transportasi Darat (Poltrada) Bali
Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta
Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar
Politeknik Pelayaran Surabaya
Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang
Politeknik Pelayaran Sumatra Barat
Politeknik Pelayaran Banten
Politeknik Pelayaran Malahayati Aceh
Politeknik Pelayaran Barombong
Politeknik Pelayaran Sorong
Politeknik Pelayaran Sulawesi Utara
Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug
Politeknik Penerbangan Makassar
Politeknik Penerbangan Medan
Politeknik Penerbangan Surabaya
Politeknik Penerbangan Jayapura
Politeknik Penerbangan Palembang
Akademi Penerbang Indonesia (API) Banyuwangi
Penulis: Purnama Irawan
Editor: M Widodo











