Namun demikian, Kennedy menambahkan, pihaknya masih belum mengetahui asal kokain tersebut. Pun demikian target serta pemilik. Tidak menutup kemungkinan barang itu hanya dilintaskan melalui Perairan Indonesia untuk dikirim ke negara lain. Sebab, kokain memang jarang dipasok ke Indonesia.
”Sekarang untuk penggunaan kokain atau heroin dan sejenisnya yang dari tumbuhan itu sangat kecil sekali pangsa pasarnya di Indonesia,” ungkap dia. Untuk itu, pihaknya masih perlu melakukan pendalaman.
Sejauh ini, dia menyatakan bahwa BNN baru bisa menyampaikan kemungkinan asal kokain tersebut. Pertama dari Myanmar dan sekitarnya, kedua Afghanistan, Irak, dan Pakistan. Dan ketiga dari Amerika Latin. ”Karena kami tahu sumber kokain itu ada tiga,” imbuhnya. Cara memastikan itu, sambungnya, melalui pemeriksaan di laboratorium BNN. Secara paralel mereka juga akan mencari tahu pemilik dan target paket kokain tersebut. Kemudian mereka menegaskan bahwa seluruh barang bukti akan dimusnahkan setelah BNN mendapat izin dari pengadilan.
Reporter: Sahrul Yunizar/Jawa Pos
Editor: Aditya











