Sebelum harga naik, stok barang bisa habis dalam satu hari, saat ini bisa dua hingga tiga hari agar barang tersebut bisa terjual.
Keluh kesah pun disampaikan oleh pengusaha warteg di Kota Cilegon akibat kenaikan harga tersebut.
Agung Prasetyo, pemilik warteg Putra Bahari di Jalan Letjen R Suprapto, Kelurahan Ramanuju, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon menjelaskan akibat kenaikan harga bahan-bahan pangan tersebut sering kali ia merasa dilema. Pasalnya, meski harga sejumlah bahan pangan terutama untuk bumbu-bumbu mengalami kenaikan, namun harga makanan yang dijual tak bisa ia naikkan atau dikurangi porsinya.
“Terus terang saja sangat berpengaruh, Mas. Kalau dibilang kita bersyukur mah kita bersyukur, masih alhamdulillah kalau buat muter mah, tapi kalau bicara untung itu tipis. Kita belanja 60 persen, pendapatan 40 persen sedangkan daya beli standar,” ujarnya.
Tak ingin terus-terusan merugi di tengah kenaikan harga bahan-bahan pangan di pasaran, Agung mensiasati penggunaan bumbu untuk masakan di warung makannya.
“Kalau untuk ibaratnya mengakali semua ini paling bumbu aja kita kurang-kurangin, di-pres secukupnya. Misal kita biasa beli cabai sekilo ini biar gimana caranya bisa sampai dua hari. Tapi praktiknya biasanya kita pakai cabai basah itu sehari sekilo,” ujarnya.
Lantaran penggunaan cabai basah untuk masakan di warung makannya dirasa lebih boros, Agung beralih menggunakan cabai kering untuk bumbu masakannya.
“Kita mengakalinya pakai cabai kering, kalau cabai kering itu kan sekilonya 110 tapi untuk cabe kering pemakaiannya bisa sampai 4 hari,” ucapnya.
Meski dari segi penggunaannya cukup hemat, Agung mengaku tak ingin terus-terusan menggunakan cabai kering yang secara kualitas tidak seperti cabai basah biasanya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala UPTD Pasar Kranggot Cilegon Aceng Syarifuddin mengungkapkan bahwa penyebab kenaikan harga komoditas pangan itu karena biaya transportasi.
“Kedua, karena ketersediaan barangnya dan yang ketiga karena mendekati perayaan hari besar agama, Idul Adha,” ungkapnya.
Karena salah satu penyebab kenaikan harga itu ketersediaan barang yang minim, Aceng mengaku telah mendorong para agen untuk memperbanyak jumlah barangnya.
“Kita sudah mendorong para agen untuk memperbanyak ketersediaan barangnya, agar mudah-mudahan segera stabil,” ujarnya. (Bam/air)











