Sementara Ketua Komisi VIII Yandri Susanto yang hadir dalam acara itu mengapresiasi kerja sama terutama pada peningkatan sumber daya manusia.
“Sehingga lulusan Madrasah Aliyah pada Yayasan Bai Mahdi ini dapat berkontribusi dan terbuka peluang yang besar untuk mendapat pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi lagi,” tegas Yandri.
Anggota DPR RI dari dapil Banten II (Serang dan Cilegon) itu menegaskan bahwa lulusan madrasah dan pesantren tidak kalah hebat dengan sekolah umum. “Banyak lulusan pesantren jadi orang-orang hebat di negeri ini,” tegasnya.
Sementara Rektor UIN SMH Banten Wawan Wahyuddin mengatakan, senang dapat menjalin kerja sama dengan Yayasan Bai Mahdi Sholeh Ma’mun. “Ini sejarah baru. Alhamdulillah penandatangan tadi berjalan lancar,” ujarnya.
Kata dia, dengan penandatangan MoU ini kedua belah pihak sama-sama membangun sinergisitas dan kolaborasi untuk kemajuan pendidikan di Banten.
“Dengan kerja sama ini diharapkan UIN Banten dan kalangan pesantrern terutama Pesantren Sholeh Bai Ma’mun dapat mengembangkan pendidikan untuk meningkatkan sumber daya manusia,” katanya.
Kata Prof Wawan, pesantren Bai Mahdi Sholeh Ma’mun bisa menjadi laboratorium UIN untuk pengembangan tridharma perguruan tinggi.
Kerja sama dilaksanakan dengan tujuan memanfaatkan kemampuan kedua belah pihak agar berhasil dalam melaksanakan tugas masing-masing demi tercapainya pengembangan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, peningkatan SDM, dan beasiswa.
Saat penandatanganan turut hadir juga Camat Pabuaran Idham Danal, Pengawas Mapenda Kecamatan Pabuaran Amran Suriadi, Pengasuh Ponpes Al-Qur’an Bai Mahdi Sholeh Ma’mun Sindangheula Pabuaran Hj. Ratu Qori, MR, dan tokoh masyarakat.(*)











