LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Cauca ekstrem yang terus melanda wilayah Kabupaten Lebak berdampak pada perkebuanan cabai milik warga.
Supiah seorang petani cabai di Kampung Bojongleles, Desa Bojongleles, Kecamatan Cibadak mengaku telah mengalami gagal panen hingga harus membuang cabai-cabai di kebunnya.
Di masa panen kali ini, Supiah hanya bisa memanen cabai dari belasan tanaman cabai saja. Hal itu karena, puluhan tanaman cabai miliknya mati oleh cuaca ekstrem dan juga hama belalang yang menyerang perkebunannya.
“Bulan ini parah, puluhan tanaman cabai saya mati karena cuaca dan hama. Padahal saya sudah tanam dibulan April, tapi sekarang yang bisa kepanen cuma belasan tanaman saja,” kata Supiah kepada Radar Banten, Senin 20 Juni 2022.
Katanya, akibat cuaca dan serangan hama, buah dan tangkai tanaman cabai miliknya menjadi kering hingga tidak bisa untuk dipanen. Dirinya pun terpaksa membuang tanaman cabai itu.
Padahal biasanya dirinya bisa memanen cabai 10-15 Kilogram. Namun bulan ini, kali ini hanya bisa memanen 7 Kilogram saja. Itu pun dengan kualitas yang kurang bagus.
“Kalo puncak panen, saya bisa mendapatkan bisa mencapai 10-15 kilogram, kalo sekarang paling 7 kilogram,” ujarnya.











