Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Lebak ini mengungkapkan, bahwa jumlah nakes di Kabupaten Lebak sendiri saat ini masih kurang, yang mana Lebak membutuhkan nakes sebanyak 1.849 orang.
Dari 1.849 orang itu, tenaga yang masih kurang dan sangat dibutuhkan adalah Tenaga Dokter Gigi, Apoteker, Analisi Laboratorium dan Nutrisionis. Sehingga, tidak menutup kemungkinan pihaknya akan mengajukan pembukaan dan berfokus pada ke 4 formasi itu direkrumen P3K maupun Calon Tenaga Negeri Sipil (CPNS).
“Jumlah nakes kita masih kurang, namun kita tetap maksimalkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Ke depan kita berharap adanya kouta tambahan dari Pemerintah baik itu guna mencukupi formasi yang kini masih kurang,” tandasnya.
Sementara Kabid Pengadaan, Pemberhentian dan Informasi pada BKPSDM Lebak Iqbaludin mengatakan, bahwa Pemerintah sendiri berencana akan membuka seleksi P3K ditahun 2022 ini. Namun, pihaknya belum mengetahui jumlah kouta formasi yang bakal dibuka nanti.
“Arahan pimpinan insyaallah, e-formasi dari Menpan baru dibuka 29 Juni 2022. Itu
baru di buka aplikasinya bulan ini dari Menpan. Kalau jumlah belum, kemungkinan masih untuk guru dan tenaga kesehatan,” katanya.
Ketika ditanya apakah akan ada rekrutmen pada tengaa CPNS, Iqbal belum dapat memastikan apakah akan ada ditahun ini juga atau tidak.
“Kemungkinan tahun ini hanya P3K dulu,” pungkasnya.
REPORTER: Yusuf Permana











