Sedangkan untuk meningkatkan imunitas tubuh secara buatan, mantan Direktur Utama RSUD Kota Tangerang ini mengatakan, perlu ada vaksinasi. “Kita terus menggencarkan vaksinasi. Meskipun agak sulit. Makanya kami door to door,” ungkapnya.
Kata dia, capaian dosis untuk anak-anak paling rendah di antara yang lain. Hal itu terjadi karena saat awal pemberian vaksinasi, sekolah meminta izin orangtua. Padahal, di dalam petunjuk teknis di masa pandemi Covid-19, tidak perlu pakai izin orangtua dan anak diwajibkan ikut vaksinasi.
Makanya, lanjut Ati, di tahun ajaran baru nanti anak-anak langsung divaksinasi. “Saat sudah pembelajaran tatap muka, kita langsung jemput bola ke sekolah,” terangnya.
Ia mengaku saat pemberian vaksinasi kepada anak-anak usia 6 tahun sampai 11 tahun, sekolah belum menerapkan pembelajaran tatap muka. Untuk itu, begitu tahun ajaran baru dimulai pada pertengahan Juli nanti, semua siswa baru maupun siswa yang belum divaksin harus vaksinasi.
Ati menegaskan, pemberian vaksin itu tidak perlu persetujuan orangtua. Apalagi, masyarakat tidak boleh menghalangi tenaga kesehatan memberikan vaksinasi untuk menekan penyebar wabah.
Pada kesempatan itu, ia mengungkapkan, sejauh ini belum ada kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) kepada anak-anak. “Belum ada. Namun ada juga karena yang bersangkutan memiliki penyakit lain yang kebetulan setelah divaksin dia sakit, jadi dianggap karena KIPI. Tapi kita ada Pokja dan Komda KIPI,” terangnya.











