“Nah ini gratisnya bukan satu tahun, tapi gratisnya seumur hidup. Konsep bantuan ini, diprakarsai oleh temen-temen Karang Taruna di Provinsi Banten, bahwa kiprah Karang Taruna ini harus dapat dirasakan oleh masyarakat,” katanya.
Dalam kaitan kesejahteraan sosial. Di mana kemarin sempat diamanahkan menjadi Wakil Gubernur Banten. “Di situlah betul-betul saya mengemas memikirkan bagaimana program-program Karang Taruna ini harus betul-betul dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, empat kabupaten dan empat kota di Provinsi Banten,” katanya.
Salah satunya adalah bantuan BPJS Kesehatan yang merupakan salah satu program pemerintah daerah untuk akselerasi pelayanan kesehatan. Bahwa memang kebutuhan masih sangat besar untuk dapat memenuhi kontribusi dalam pemberian BPJS kepada masyarakat di Kabupaten Pandeglang.
“Jadi jumlahnya bukan 100, 200 tapi 200 ribu yang belum tercover. Nah pada kesempatan ini dinamika konsep Pemprov Banten ke depan membangun konsep kolaborasi, BPJS kesehatan tidak hanya pemerintah daerah provinsi, kabupaten dan pusat harus dibangun kolaborasi dengan seluruh stakeholder dan juga swasta,” katanya.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang Nuriah membenarkan, sebanyak 200 ribu warga Pandeglang belum tercover BPJS Kesehatan.
“Kita punya DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial ) sebanyak 800 ribu lebih dari 1,3 juta penduduk Pandeglang dan yang baru terjamin baik itu dari APBN, Provinsi, APBD, itu baru sekitar 600 ribu lebih. Sisanya 200 ribu lebih belum terjamin,” katanya. (*)
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Agung SP











