PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID- Seorang anak perempuan Siti Ramadanti (11) hilang terseret ombak di Pantai Lagundi Carita, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Rabu 6 Juli 2022 pukul 06.00 WIB.
Korban Siti Ramadanti merupakan warga Kampung Durung, Desa Sindang Laut, Kecamatan Carita, tengelam dan hilang terseret ombak usai jalan pagi bersama 5-10 orang temannya di tepi Pantai Lagundi Carita.
Ketua Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Banten Ade Ervin menginformasikan, korban tenggelam satu orang anak perempuan berusia sekira 11 tahun.
“Kronologisnya mereka itu libur sekolah, pagi itu ceritanya ada kegiatan nyubuh sekira jam 5.30 pagi. Saat bermain di tepi pantai tiba-tiba korban itu tenggelam terseret ombak,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, melalui sambungan telepon selular.
Teman korban yang saat itu sekira 5-10 orang ikut membantu memberikan pertolongan. Namun gagal karena derasnya ombak.
“Bahkan temen korban yang mau menolong juga ada sampai terseret. Beruntung ditolong sama warga setempat yang tengah membereskan sky boat di tepi pantai,” katanya.
Ervin mengungkapkan, kondisi pantai Laguna Carita saat ini memang sedang gelombang tinggi. Sudah empat hari ini ketinggian ombak mencapai 2-2,5 meter.
“Termasuk hari ini ombak besar. Kalau dari keterangan didapat jumlah korban tenggelam satu orang saat ini tim gabungan tengah melakukan pencarian,” katanya.
Kasatpolairud Polres Pandeglang AKP Zulhamdi Ampera mengatakan, saat ini tim gabungan masih melakukan pencarian korban hilang terseret ombak.
“Tim gabungan masih dilokasi untuk melakukan pencarian dan penyisiran. Dibantu oleh Basarnas dan Balawista Banten,” katanya.
Kasubsi Operasi Pencarian Basarnas Banten Hairoe Amir menambahkan, Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten menerima info kondisi membahayakan manusia 1 orang terseret ombak di Pantai Lagundi Carita.
“Menerima info Ahmad Jawardi dari Balawista Banten, sekira jam 09.50 WIB. Korban dinyatakan hilang tenggelam usai bermain ke Pantai La Gundi karena terbawa arus ombak besar dan sampai saat inj korban belum ditemukan,” katanya.(*)
Reporter : Purnama Irawan
Editor : Agus Priwandono











