CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Cilegon bakal menggelar lomba Kelompok Wanita Tani (KWT) tingkat Kota Cilegon. Rencananya lomba tersebut diikuti per kecamatan satu KWT.
Hal tersebut disampaikan Sutardi Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan DKPP Kota Cilegon usai kegiatan sosialisasi persiapan lomba KWT yang dilaksanakan di aula DKPP Kota Cilegon, Kamis, 7 Juli 2022.
“Hari ini (Kamis, 7 Juli 2022) kita adakan sosialisasi terkait persiapan lomba KWT dengan menghadirkan calon peserta perwakilan dari masing-masing kecamatan. Ini sudah tahun kedua kita melaksanakan lomba KWT, insya Allah kalau Pemda sudah menyetujui lomba ini akan dijadikan lomba tahunan,” ungkap Sutardi.
Kata dia, lomba KWT rencananya dimulai 16 November 2022 mendatang dengan proses penilaian dilakukan sampai akhir November. Adapun penyerahan hadiah bagi pemenang lomba KWT rencananya akan dirangkaikan dengan kegiatan Gemar Makan yang diselenggarakan DKPP Kota Cilegon.
“Digelarnya lomba November mendatang karena tanaman itu tidak bisa dadakan, khawatir jika dadakan tidak ada yang siap. Nah kalau sudah disampaikan hari ini mereka juga mempersiapkan kapan menyemainya, memanennya dan yang terpenting dari hasil yang ditanam mereka mampu mengolah berapa jenis tanaman yang dihasilkan dari KWT tersebut,” pungkasnya.
Adapun indikator penilaian kata Sutardi, ada tiga kriteria penilaian. “Pertama kriteria administrasi yang kedua lapangan dan yang terakhir hasil olahan. Nah olahan ini masing-masing KWT silahkan berkreativitas dari hasil olahan pekarangan mau dibuat apa, nanti kita nilai dari tampilan dan rasa makanan atau minuman dari hasil olahan tersebut,” ujarnya.
Ia juga berharap, dengan dilaksanakannya lomba tersebut bias memotivasi anggota ataupun kelompok KWT tersebut agar bias meningkatkan produktivitas di KWT masing-masing. “Jadi para KWT terus secara kontinu mengembangkan KWT nya jangan mandek ada ataupun tidak ada bantuan KWT terus berjalan,” tuturnya.
Pada sosialisasi tersebut juga disampaikan tentang urban farming yang merubah sifat bertani konvensional ke modern, sehingga ini cocok dilaksanakan di Kota Cilegon karena tidak memerlukan lahan yang luas tapi bisa menggunakan teknologi yang modern. (*)
Reporter : Rajudin











