PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Bagi warga Kabupaten Pandeglang Es Campur Mang Cawa sudah tidak asing lagi. Bagaimana tidak, Es Campur Mang Cawa sudah eksis sejak tahun 1972.
Berawal berjualan dengan gerobak, hingga saat ini sudah memiliki empat cabang.
Dengan ciri khas es dengan menu kacang hijau dicampur dengan santan, sekuteng, dan gula aren, sangat pas disantap pada saat terik matahari.
Kata ‘Mang Cawa’ sendiri merupakan nama yang diambil dari nama pedagang minuman legendaris tersebut.
“Nama Es Campur Mang Cawa diambil dari almarhum mertua yang bernama Mang Cawa dan sampai saat ini sudah melekat di masyarakat Pandeglang,” tutur Harto Penjual Es Mang Cawa kepada RADARBANTEN.CO.ID, Senin (20/6).
Satu gelas Es Mang Cawa dibanderol dengan harga yang terjangkau Rp8 ribu sudah bisa menikmati kesegarannya.
“Cuma Rp8 ribu sudah dapat satu porsi Es Mang Cawa. Kita sudah memiliki empat cabang di Pandeglang, alhamdulillah selalu eksis di Pandeglang bahkan sampai warga Cilegon sudah ada yang pesan untuk acara,” kata Harto.
Ia mengatakan, Es Mang Cawa selalu menjaga kualitas bahannya, untuk memberikan kenikmatan yang baik bagi pembeli.
“Kalau Es Mang Cawa hari ini tidak habis, maka kita kasih tetangga, dan besok kita buat bahan yang baru lagi agar tidak bau,” jelasnya.
Es Mang Cawa menjadi salah satu kuliner favorit di Pandeglang yang tepat untuk mengisi waktu istirahat.
Reporter: Fajar
Editor: Mastur











