RADARBANTEN.CO.ID – Pecinta kue tradisional pasti sudah tidak asing dengan kue ini. Kue cincin ini biasa di jual di pasar-pasar tradisional.
Kue cincin ini di tiap daerah memiliki nama yang berbeda, di Jawa Barat kue ini disebut dengan Ali Agrem.
Sedangkan di Pandeglang, Banten kue ini disebut dengan Paniarem.
Menurut informasi yang beredar sih Paniarem ini juga dikenal sebagai kue tradisional khas Menes dan sekitarnya di Pandeglang.
Kue ini memiliki sebuah filosofi bahwasanya siapapun yang menyediakan kue ini di acara pernikahan, akan langgeng dalam rumah tangga.
Makanya kue ini biasa disajikan sebagai camilan ketika acara-acara besar seperti pesta pernikahan dan perayaan idul fitri.
Kue paniarem / kue cincin ini berbentuk seperti cincin dengan bolongan ditengahnya. Warnanya coklat menggoda setelah digoreng dan matang.
Sekilas kue ini mirip dengan donat, tetapi tentu saja berbeda, bahan-bahan untuk membuat paniarem ini lebih sederhana.
Yang membuatnya terlihat sama hanya karena bentuknya sama-sama bulat dan terdapat lubang ditengah.
Paniarem dibuat dari bahan dasar tepung beras dan tepung ketan kemudian dicampurkan dengan gula merah.
Kandungan gizi dalam kue tradisional ini cukup kompleks. Dalam 1 buah kue paniarem mengandung 440 kalori, 3,8 gram protein, 64,5 gram karbohidrat, 18 gram lemak, 27 miligram kalsium, 47 miligram fosfor, dan 2,5 miligram zat besi.
Resep Kue Paniarem Tanpa Kelapa, Mudah!
Bahan:
- 1kg Tepung beras
- 500 gram Gula
- 250 gram Gula putih
- 300 ml Air
Cara Buat:
- Rebus Gula merah dan gula pasir sampai meleleh kemudian tiriskan
- Campur tepung beras dengan gula yang sudah direbus kemudian aduk sampai kalis
- Tambahkan sedikit minyak sayur agar tidak lengket (opsional)
- Diamkan adonan selama 30 menit sambil siapkan wajan untuk menggoreng
- Goreng pada minyak panas. Untuk membuat lubang yang rapi, gunakan lidi.
- Kue paniarem sudah siap disajikan!











