Terkait dengan perluasan kepesertaan, BPJAMSOSTEK menargetkan 70 juta peserta aktif pada tahun 2026. Beragam strategi telah dijalankan, di antaranya melakukan intensive collaboration dengan Kementerian/Lembaga, memberikan kemudahan peserta dengan memperluas kanal daftar & bayar iuran, serta terus menggenjot promosi, sosialisasi, dan edukasi.
“Dengan beragam manfaat dan kemudahan layanan, diharapkan mampu tercipta customer experience terbaik sehingga bisa berkontribusi dalam mewujudkan universal coverage jaminan sosial ketenagakerjaan di Indonesia,” ungkap Roswita.
Secara terpisah, Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Serang Didin Haryono mengungkapkan, pihaknya tetap fokus meningkatkan cakupan perluasan jaminan sosial ketenagakerjaan, baik kepada pekerja sektor formal maupun yang non formal.
“Di sektor formal, sosialisasi kepada perusahaan-perusahaan tentang program dan manfaat BPJAMSOSTEK terus kami lakukan. Juga di sektor non formal, saya terjun langsung ke pelosok-pelosok kampung sosialisasi supaya para petani atau warga yang bekerja bukan di perusahaan atau pabrik juga ikut program BPJAMSOSTEK,” ungkap Didin.
“Kami ingin manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan dirasakan oleh semua pekerja dan keluarganya bila terjadi risiko kecelakaan kerja,” lanjut Didin.
Contohnya, kata Didin, bulan Juni lalu Santaya, warga Kampung Cikole, Desa Ciakar, Kecamatan Gunung Kencana, Kabupaten Lebak meninggal dunia saat naik pohon jengkol.
“Karena Pak Santaya sebagai peserta BPJAMSOSTEK, ahli warisnya kami beri santunan Rp42 juta,” ungkap Didin.
Editor : Aas Arbi











