Ia juga mengingatkan agar para pejabat tidak tergoda sehingga melakukan korupsi. Ia pun menyinggung agar jangan melakukan jual beli jabatan dan pengaruh.
Sementara itu Walikota Cilegon Helldy Agustian menegaskan jika kewenangan rotasi dan mutasi ada di tangan Walikota.
“Aturannya sudah jelas kok di Undang-Undang juga,” ujar Helldy.
Helldy Agustian mengaku sudah mengkaji terlebih dahulu penempatan para pejabat.
“Saya terus terang sudah berapa hari melihat historikal mereka. Kita tentunya pengin penyerapan anggaran itu dipercepat. Kalau belum dikukuhkan kan kayak Dinas Pariwisata dan yang lain itu kan agak sulit juga, nanti juga kan PU semua kita kasih yang insinyur-insinyur semua dengan tujuannya adalah mempercepat penyerapan anggaran, intinya itu sih,” ujarnya.
Menurutnya pelantikan itu bukan hanya sekedar rotasi mutasi pegawai, namun juga pengukuran struktur organisasi tata kerja (SOTK) baru.
“Ini SOTK yang baru. Disparbud sudah tidak ada lagi. Semua sudah terisi SOTK baru,” ujarnya.
Helldy juga mengingatkan kepada para pejabat dan pegawai jika jabatan itu amanah, dan meminta tolong untuk bekerja sesuai dengan visi misinya.
“Saya tidak mau mereka tidak konsen, karena pengangkatan jabatan di Kota Cilegon ini harus punya sistem yang baik ke depannya. Pengangkatan ini bukan berdasarkan kedekatan, tapi karena memang karir mereka , jadi harus memaksimalkan kinerja mereka dalam hal pencapaian anggaran, pendapatan, penyerapan anggaran juga semuanya harus ditingkatkan,” papar Helldy. (bam/air)











