SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Berdasarkan pengamatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten, jalur ke titik evakuasi bencana tsunami di wilayah Banten masih belum memadai. Akibatnya, masyarakat sulit mengakses tempat evakuasi.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Banten Nana Suryana mengatakan, ada jalur evakuasi hanya memiliki lebar 2 meter dan rusak.
“Ini akibatnya jadi crowded dan rawan kecelakaan lalu lintas di jalur evakuasi,” ujar.
Nana mengakui, jalur menuju tempat evakuasi memang harus dilakukan perbaikan maupun pelebaran dan pengerasan. Salah satu lokasi titik jalur evakuasi yang belum memadai yakni di wilayah Carita, Sumur, Kabupaten Pandeglang. Hal yang sama juga terjadi di Kota Cilegon.
Jalan ke tempat evakuasi cuma dua meter pas-pasan kita bayangkan mobil satu aja crowded. Perlu perbaikan jalan kecil belokan tajam,” tandasnya.
Kata dia, hal itu perlu menjadi perhatian semua pihak agar segera ditangani.
Pada kesempatan itu Nana juga mengatakan, berdasarkan pemetaan BPBD ada sejumlah daerah yang menjadi rawan terdampak bencana tsunami akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yakni Kabupaten Pandeglang, Serang, Kota Serang, Cilegon, hingga Kabupaten Tangerang.
Nana mengungkapkan, Kota Cilegon jadi perhatian karena ada industri kimia. Dari sisi mitigasi internal perusahaan, standar operasional (SOP) sudah ada. Namun, yang perlu dipikirkan adalah masyarakat sekitar meskipun sudah ada latihan simulasi.
Dalam rangka mengantisipasi bencana, BPBD pun telah menggelar apel kesiapsiagaan. Hal tersebut guna meningkatkan penanggulangan bencana alam dampak erupsi Gunung Anak Krakatau. (adv)











