Lantaran hal tersebut, Pemprov Banten bakal kembali membuka tahapan beauty contest calon pengelola BIS. Walau RANS Nusantara FC dan Dewa United sudah gugur, tapi mereka masih diperkenankan kembali ikut jika masih berminat. Hanya saja, RANS Nusantara FC kembali harus bersaing dengan club lainnya. Padahal sebelumnya, RANS Nusantara FC merupakan kandidat satu-satunya.
Pada beauty contest kali ini, ia memaparkan sudah ada sejumlah klub yang mulai survei ke lokasi akan tetapi belum menyatakan minat secara resmi. “Baru studi lapangan, belum bisa kita bilang mereka berminat karena belum ada surat resmi yang menyatakan berminat,” ungkapnya.
Diketahui, BIS didesain dengan mengadopsi budaya Banten dimana dengan adanya fasade bermotif batik Banten dan gerbang yang mencirikan budaya Banten. Bangunannya sendiri terdiri dari 5 lantai dengan kapasitas tempat duduk penonton sebanyak 30.038 kursi, tribun VVIP, rumput lapangan zoysia matrela berstandar FIFA, lampu lapangan standar AFC, ruangan press confrence, dan terdapat lintasan atletis berstandar internasional IAAF.
Rachmat mengatakan, meskipun masih pada masa pemeliharaan sampai dengan 2023 dan belum ada pengelolanya, tetapi lapangannya masih bisa digunakan supaya rumput terjaga. “Sekarang kalau dipakai, kalau rusak jadi ketahuan pemeliharaannya seperti apa,” ujarnya.
Kata dia, masyarakat bisa menggunakan BIS. Namun, ada syaratnya untuk menggunakan lapangan bola tersebut. “Harus pakai sepatu. Sepatu bola,” terang Rachmat.
Penjabat Gubernur Banten Al Muktabar mengatakan, BIS ingin dioperasionalkan. Namun, pengelolanya juga harus ditetapkan secara baik, sehingga bisa produktif. “Sedang kita formulakan. Sekarang kan masih dalam tahapan kewenangan pihak ketiga pekerja untuk merawatnya sampai awal 2023 kalau tidak salah,” terang Al. (nna/nda)










