Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten memfasilitasi para petani mengembangkan berbagai tanaman buah-buahan bernilai ekonomis. Langkah ini dilakukan untuk mendorong perekonomian para petani. Beberapa diantaranya buah durian, manggis, pisang, alpukat dan melon.
Kepala Bidang Hortikultura pada Distan Provinsi Banten, Hudri mengatakan, pengembangan tanaman buah-buahan dilakukan untuk mendorong para petani memenuhi permintaan pasar. “Ada beberapa jenis buah-buahan yang terus dikembangkan. Seperti, Durian, Manggis, Pisang, Melon dan yang terbaru yaitu Alpukat,” ujarnya.
Untuk buah durian, kata Hudri, wilayah Banten memiliki plasma nutfah durian tersendiri, seperti pada durian Si Radio dan Si Seupah. Kedua jenis durian ini Distan Banten melalui Kementerian Pertanian telah melepasnya menjadi varietas unggul Nasional. “Durian jenis ini bisa terus dikembangkan di Banten bahkan juga bisa dikembangkan di tingkat nasional karena sudah mendapatkan sertifikat sebagai pelepasan varietas unggul nasional” katanya.
Sedangkan, untuk buah Manggis, Distan Banten memfasilitasi para petani khususnya di Kabupaten Lebak dan Pandeglang untuk mendapatkan bantuan dari APBN Tahun Anggaran 2022 dan mendorong agar menjadi sentra buah Manggis. “Alhamdulillah petani di Kabupaten Lebak dan Pandeglang, sekarang sudah bisa mengekspor buah Manggis ke luar negeri,” katanya.
“Meskipun masih menggunakan brand dari perusahaan lain akan tetapi saat ini di Provinsi Banten sudah ada perusahaan yang telah mengekspor buah manggis yaitu CV. Pakuban di kecamatan Gunungsari Kabupaten Serang,” tambah Hudri.
Kemudian, untuk pengembangan tanaman pisang jenis Cavendish, Distan Banten tengah mendorong pemanfaatan lahan Perhutani di Kecamatan Cileles Kabupaten Lebak digunakan untuk menanam pisang. “Sekarang trendnya pada tanaman buah pisang jenis Cavendish atau dikenal sunpride. Kebutuhan pasar di wilayah Jabotabeka saja sebanyak 80 ton per hari,” katanya.
Selain itu, pengembangan dilakukan pada buah Melon. Ada tiga wilayah yang menjadi sentra produksi buah Melon. Yakni, Kabupaten Lebak, Kota Cilegon dan Kabupaten Serang. “Kita support, misalnya yang di Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang seluas 5 hektar berasal dari APBN Tahun Anggaran 2022,” katanya.
“Untuk di kota Cilegon seluas 1 Ha bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2022. Disana berat per butir rata-rata 1,5 sampai 2,5 kg dengan tingkat kemanisan rata-rata diatas 12 brix. Ini bagus untuk dikembangkan karena melon mempunyai nilai ekonomis tinggi dan permintaan pasar yang kontinu,” tambahnya.
Kemudian, buah lain berpotensk untuk di kembangkan yaitu Alpukat. Distan Banten melalui Dana APBD Tahun 2022 berupaya untuk mengembangkan penanaman alpukat lokal Banten asal Pandeglang yaitu Alpukat Cengko seluas 6 Ha yang tersebar di kecamatan Mekarjaya, Banjar, Majasari dan Karang Tanjung, Kabupaten Pandeglang.
Kepala Distan Banten Agus M Tauchid mengatakan, pihaknya mendorong penanaman buah-buahan pada para petani dengan nilai ekonomis tinggi, sehingga dapat mendorong kesejahteraan para petani. “Tugas kami, memfasilitasi dan mendorong para petani untuk mengembangkan buah-buahan yang banyak dibutuhkan di pasaran,” katanya. (*)











