Pemilik dan selaku Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Dzolam, Sukatma mengatakan, saat kejadian kebakaran kobong tengah sepi.
“Semua santri sedang pengajian di majelis. Sehingga membuat semua kaget saat melihat kobaran api besar membakar kobong,” katanya.
Kalau korban jiwa tidak ada, akan tetapi barang berharga milik santri turut terbakar. Diantaranya kitab, baju dan uang iuran untuk acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW juga terbakar.
“Korban api begitu cepat membesar membakar enam kobong. Saya beserta para santri sudah berupaya melakukan pemadaman akan tetapi api sulit dipadamkan,” katanya.
Lebih lanjut Sukatma mengatakan, api sulit dipadamkan karena memang material bangunan kobong terbuat dari kayu dan bambu. Sehingga api dengan cepat menjalar menghanguskan bangunan kobong.
“Kobong yang terbakar tempat menimba 70 santrinya,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor : A Rozak











