CARENANG, RADARBANTEN.CO.ID -Perawakannya ramping. Langkahnya gesit. Serta, bisa menangkap peluang usaha yang muaranya untuk kesejahteraan warganya.
Itulah gambaran sekilas Camat Carenang Drs Arief Roikhan. Begitu dirinya mendapat amanah sebagai Camat Carenang, di tengah pandemi covid-19, sekitar 7 bulan silam, ia prihatin dengan kondisi warganya.
Banyak yang terdampak pandemi covid-19 serta masih ditemukannya stunting di wilayahnya.
Oleh karena itu ia ingin berbuat sesuai dengan kondisi dan kapasitas yang dipahaminya. Kebetulan di samping Kantor Kecamatan Carenang terdapat lahan lapang yang bisa dimanfaatkan.
Pilihan jatuh pada budidaya ikan nila dengan sistem bioflok. Maka, dimulailah, ia dan para staf Kecamatan Carenang mempersiapkan segala sesuatunya.
Hingga akhirnya bisa mewujudkan 10 kolam ikan dengan ukuran cukup besar, yaitu diameter 5 meter.
Untuk mengisi air kolam, Camat Arief mengalirkannya dari Sungai Ciujung dengan cara dipompa. Tentu dengan cara ini memakan biaya yang cukup mahal. Tapi, itulah solusi termudah yang bisa ditempuh.

Untuk mengelola budidaya ikan nila agar dapat berjalan sesuai rencana dan berjalan baik, Camat Arief menunjuk teknisi bernama Muhadi dari BPI Baros. Dialah yang bertugas mengontrol serta mengecek media bioflok agar selalu terjaga.
Lantas, ia mendatangkan bibit ikan nila dari Subang, Jawa Barat. Setiap kolam diisi dengan 2.500 bibit nila.











