LEBAK – Dinas Pertanian (Distan) Lebak mengimbau para petani yang sudah melakukan penanaman padi untuk mewaspadai cuaca ekstrem yang berpotensi melanda wilayah Lebak.
Cuaca ekstrem seperti saat ini rentan terjadi terhadap ancaman serangan organisme pangganggu tanaman (OPT), seperti hama wereng batang coklat (WBC) atau ulat penggerek.
Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lebak Rahmat Yuniar mengatakan, dengan masuknya musim tanam yang dipengaruhi cuaca ekstrem dapat menimbulkan adanya gangguan OPT.
“Ya, petani yang saat ini tengah melakukan penanaman serempak musim tanam akhir tahun harus benar-benar memerhatikan OPT terutama WBC karena panas diselingi hujan,” kata Rahmat kepada Radar Banten, Rabu (21/9).
Oleh karena itu, petani diminta untuk rutin melakukan pengamatan dan pemeriksaan terhadap tanaman padi.
“Kami telah memerintahkan kepada seluruh korwil dan PPL untuk intensifkan pengamatan WBC persawahan yang telah ditanami padi,” ujarnya.
Kata dia, saat ini sebagian petani di Lebak sudah melakukan masa penanaman padi. Pihaknya sudah melayangkan surat edaran kepada kelompok tani untuk mewaspadai serangan hama.
“Sejauh ini kami belum mendapat laporan adanya tanaman padi milik petani terserang hama. Bila ada tanaman padi yang diserang hama harus segera melaporkan kepada petugas pertanian terdekat untuk dilakukan pengendalian hama,” ucapnya.
Hapid, Sekretaris Kelompok Tani Sinar Mutiara di Desa Aweh, Kecamatan Kalanganyar, mengatakan, pihaknya telah menggunakan pupuk organik untuk menggenjot hasil panen padi miliknya. Hasil panen yang didapat cukup memuaskan.
“Alhamdulilah, panen yang dihasilkan awal tahun cukup memuaskan di mana benih yang digunakan jenis invari ini mampu menghasilkan cukup baik,” katanya.
Reporter: Nurabidin











