Sementara itu, Ketua PB Persinas ASAD, Teddy Suratmadji mengatakan, salah satu penerapan MoU adalah para atlet Persinas ASAD selalu ditekankan untuk menjunjung tinggi sprotivitas dalam bertanding.
“Ketika atlet Persinas ASAD menang, tentu harus bersyukur kepada Allah, tetapi kalau kalah, tentu harus menerima kekalahan, karena kekalahan adalah kemenangan yang tertunda,” ujarnya.
Untuk itu ia berharap, LDII dapat menjadi mitra strategis PB Persinas ASAD untuk membina mental dan spiritual para pesilatnya.
“Kami mohon kepada Ketua Umum DPP LDII untuk membina para atlet kami, agar menjadi atlet yang menjunjung tinggi karakter luhur, akhlakul karimah, sehingga tidak ada atlet Persinas ASAD yang ketika kalah malah protes dan tidak mau menerima,” ujarnya.
Menanggapi MoU tersebut, Ketua Harian Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI), Benny G Sumarsono mengungkapkan, dalam belajar pencak silat perlu ditekankan mengenai tujuan utamanya, yakni untuk bela diri, bukan menjadikannya sebagai ajang jago-jagoan. “Pendekar tanpa budi pekerti akan menjadi pendekar abal-abal, bahkan menjadi preman-preman,” katanya.
Ia mengapresiasi nota kesepahaman PB Persinas ASAD dengan DPP LDII sebagai upaya menanamkan karakter budi luhur para pesilat Persinas ASAD. “Seorang pendekar itu harus memiliki karakter yang luhur, kita perlu pendekar bukan hanya jago dalam silat. Alhamdulillah ada LDII yang bekerja sama dengan PB Persinas ASAD untuk membina pesilat,” pungkasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Pengurus DPW LDII Provinsi Banten mengikuti acara pembukaan Rakernas Persinas Asad secara daring dari studio 1 Persinas Asad Banten. Dimo Tono Sumito sebagai ketua DPW LDII Banten hadir beserta jajaran.
Dimo menyambut Baik MOU antara DPP LDII dan PB Persinas Asad yang sebelumya lebih dulu di laksnakan antara LdII dan PP Senkom Mitra Polri serta akan menindaklanjuti Mou tersebut dengan mengundang para ketua Provinsi ke kantor DPW LDII Banten untuk menyamakan visi dan misi dari MOU tersebut.
“MoU ini adalah wujud kerjasama yang baik dari organisasi masyarakat yang ada. Saling bersanding bukan bersaing dan menyamakan tujuan untuk hubungan baik kedepannya,” pungkasnya.
Reporter/Editor: A Rozak










