LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID -. Banjir bandang yang menerjang wilayah Kabupaten Lebak nyatanya tidak hanya merendam dan merusak ratusan rumah di lima kecamatan, juga merendam puluhan hektare persawahan.
Dinas Pertanian (Distan) Lebak mencatat, banjir bandang itu telah merendam sedikitnya 54,5 hektare sawah di Kecamatan Bayah, Cigemblong, Cibeber, Cijaku, dan Cilograng. Dari 54,5 hektare yang terendam, 15,6 hektare sawah dilaporkan mengalami gagal panen alias puso.
Kepala Distan Lebak Rahmat Yuniar mengatakan, jumlah lahan yang mengalami puso itu diketahui setelah pihaknya melakukan inventarisir dampak bencana terhadap lahan pertanian di daerah terdampak bencana.
“Berdasarkan inventarisir di lapangan, wilayah yang paling terdampak bencana itu adalah Kecamatan Cibeber, tercatat di sana saja ada delapan hektare lahan yang mengalami puso,” kata Rahmat saat dihubungi, Jumat 14 Oktober 2022.
Rahmat menjelaskan, belasan hektar lahan persawahan yang mengalami puso itu rata-rata masih berusia persemaian atau usia 1 bulanan. Sawah yang puso pun kini tidak bisa lagi ditanami karena sudah tertutup oleh lumpur dan material lainnya yang terbawa oleh banjir bandang.
Saat ini, pihaknya sedang memvalidasi data dampak bencana pada lahan pertanian untuk mengajukan bantuan benih secara langsung ke Kementerian Pertanian (Kementan).
“Saat ini kita lagi verfikiasi lagi, dan jika sudah maka kita akan ajukan bantuan benih untuk para petani yang terdampak. Semoga ini bisa dilakukan secara segera,” jelasnya.
Kepala Desa Bayah Timur, Rafik Rahmat Taufik menerangkan, di desanya ada 28 hektare persawahan yang terendam akibat banjir bandang pada Minggu (9/10) lalu. Dari 28 hektare itu, 4 hektare persawahan dilaporkan mengalami puso.
“Kalau berbicara kerugian pasti banyak, mungkin lebih dari ratusan juta. Karena sawah ini kan usianya sebentar lagi panen,” katanya.
Ia menyebut, empat hektare persawahan yang mengalami puso kondisinya tidak bisa ditanami karena sudah dipenuhi lumpur dan material banjir lainnya. Para petani saat ini sedang membersihkan lahan agar bisa ditanami lagi.
Pihaknya berharap agar Pemerintah bisa memberikan bantuan, baik berupa benih maupun bantuan lainnya kepada petani di Bayah Timur yang sudah kehilangan sumber mata pencahariannya.
“Memang bantuan dari berbagai pihak hingga kini terus menggalir, tapi untuk para petani dari dinas terkait masih belum. Katanya mau ada bantuan benih, tapi sampai sekarang belum ada. Kita harap nanti bukan hanya bantuan benih, tapi juga bantuan untuk kebutuhan tanam lainnya. Para petani juga butuh pupuk dan lainnya untuk kembali menanami sawah,” harapnya. *
Reporter: Yusuf Permana











