Jalur kereta api Rangkasbitung-Pandeglang sudah banyak berubah fungsi. Karenanya, PT KAI hanya akan memberikan biaya kerohiman kepada masyarakat yang menggunakan lahan jalur kereta api tersebut.
“Untuk uang kerohiman ada dari PT KAI, kami belum mendapat informasi,” ujarnya.
Kepala Dinas Pariwisata Imam Rismahayadin berharap, jalur kereta api Saketi-Bayah diaktifkan kembali oleh pemerintah. Jalur kereta ini sudah lama tidak difungsikan. Akibatnya, lahan yang dilintasi jalur kereta api digunakan masyarakat untuk tempat tinggal, sedangkan jembatan dan stasiun kereta api sudah rusak sehingga harus dibangun kembali.
Menurutnya, ada tiga manfaat yang bakal dirasakan jika jalur kereta api Rangkasbitung-Saketi-Bayah diaktifkan kembali. Pertama, potensi wisata di Lebak Selatan bakal tereksplore dan pada akhirnya meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal. Kedua, pemerintah dapat menghemat biaya pemeliharaan jalan, karena volume kendaraan yang melintasi jalur darat berkurang setelah jalur kereta api diaktifkan kembali. Terakhir, mobilitas penduduk dari wilayah Lebak Selatan menuju pusat pertumbuhan di Lebak, Pandeglang, dan Serang akan lebih dinamis.
“Beroperasinya kembali jalur kereta api Rangkasbitung hingga Bayah diyakini akan meningkatkan kunjungan wisatawan ke wilayah Lebak Selatan, karena di sana kita punya wisata pantai yang indah dan mempesona,” ujarnya.*
Reporter: Nce Nurabidin
Editor : Aas Arbi











