SERANG – Kegagalan Kafilah Banten pada MTQ XXIX Tingkat Nasional di Kalimantan Selatan (Kalsel) Tahun 2022, disikapi bijak oleh Pj Gubernur Banten Al Muktabar.
Menurut Al Muktabar, prestasi Banten pada MTQ Nasional 2022 memang tidak sesuai harapan masyarakat, namun begitu dirinya tetap mengapresiasi kafilah Banten khususnya 54 orang peserta yang mewakili Provinsi Banten, yang merupakan orang-orang terbaik hasil MTQ Tingkat Provinsi Banten.
“Saya berterimakasih atas segala dedikasi qori dan qoriah, yang telah mengikuti MTQ Nasional 2022. Saya yakin saudara-saudara kita sudah berusaha tampil maksimal meskipun hasilnya belum sesuai dengan yang diharapkan,” kata Al Muktabar kepada wartawan usai menghadiri acara Maulid Nabi Muhammad SAW Tingkat Provinsi Banten di Masjid Raya Al Bantani, KP3B Curug, Kota Serang, Jumat (21/10/2022).
Ia melanjutkan, sejak dilantik menjadi Pj Gubernur 12 Mei lalu, dirinya mengaku telah mengikuti persis latihan dan persiapan Kafilah Banten, hingga mendampingi peserta pada saat pembukaan MTQ Nasional.
“Saya memang tidak mengikuti sampai selesai pelaksanaan MTQ, karena masih banyak tugas yang harus dikerjakan sebagai Pj Gubernur,” tuturnya.
Terkait desakan masyarakat agar Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Banten dievaluasi, Al Muktabar mengaku akan segera melakukannya. Hanya saja, dirinya akan menunggu laporan dari Ketua Kafilah Banten terlebih dahulu sebelum melakukan evaluasi terhadap LPTQ, yang dianggap paling bertanggung jawab atas kegagalan Kafilah Banten meraih prestasi di MTQ Nasional 2022.
“Tentu tim atau pimpinan Kafilah Banten akan segera melaporkan apa saja yang perlu dilakukan, untuk menyiapkan langkah-langkah lebih lanjut agar prestasi Banten pada MTQ Nasional 2024 bisa kembali berprestasi seperti MTQ 2016, 2018 dan 2020,” bebernya.
Rencananya, tambah Al Muktabar, dalam waktu dekat dirinya akan memanggil sekaligus silaturahmi dengan pengurus LPTQ Banten untuk mencari solusi, agar kegagalan tahun ini tidak terulang lagi.
“Kita akan evaluasi untuk perbaikan ke depannya, mungkin daerah lain persiapan atau kualitasnya lebih dari Banten dan kita harus menghormati itu. Tapi MTQ berikutnya Banten harus lebih siap dibanding provinsi lainnya,” pungkasnya.
Sementara itu, Pj Sekda Banten yang juga Ketua Umum LPTQ Banten MTranggono menganggap raihan Kafilah Banten di MTQ Nasional 2022 masih wajar, meskipun hanya menempati peringkat ke-14 dari semua provinsi di Indonesia.
“Menang kalah sesuatu hal yang wajar, yang penting bagi kami MTQ itu adalah bagian dari siar Islam,” katanya.
Terkait hasil MTQ Nasional 2022 menjadi capaian terburuk Kafilah Banten, Tranggono sepakat untuk melakukan pembenahan. Dengan harapan dapat mengembangkan dan meningkatkan pembinaan mulai dari tingkat kabupaten/kota.
“Ke depan kita akan melakukan pembinaan lebih awal lagi. Ke depan itu kita mencoba untuk menjadi yang terbaik,” pungkasnya.
Diketahui, Kafilah Provinsi Banten pada MTQ XXIX Kalimantan Selatan 2022 berjumlah 117 orang. Terdiri dari 54 orang peserta, 15 orang pembina, 12 orang official, 2 orang tenaga medis, 15 orang unsur pimpinan, dan 19 orang sekretariat.
Namun hasil MTQ Nasional 2022, Banten hanya mampu meraih satu piala emas cabang kaligrafi serta meraih juara 3 pada Pawai Ta’aruf.
Padahal pada MTQ Nasional 2016 Provinsi Banten berhasil meraih juara umum di NTB, lalu MTQ Nasional 2018 di Medan Sumatera Utara, Banten harus puas menjadi juara II. Sedangkan pada MTQ Nasional 2020 di Padang Sumatera Barat, prestasi Banten kembali turun karena hanya berhasil masuk tujuh besar dari 34 provinsi.
Reporter: Deni Saprowi











