Iman menegaskan, dana Bankeu sangat dibutuhkan untuk biaya perbaikan jalan kabupaten maupun poros desa yang selama ini dikeluhkan oleh masyarakat. Khususnya masyarakat di bagian selatan Kabupaten Pandeglang.
“Apalagi bila secara kasat mata kondisi infrastruktur jalan provinsi sudah lumayan bagus-bagus. Maka tidak ada salahnya dong kalau alokasi anggaran 2023 diprioritaskan membangun jalan pelosok desa jangan hanya memoles wilayah perkotaannya saja sementara di pelosok desa diabaikan,” katanya.
Iman juga berharap, kepada Pemkab Pandeglang agar pengelolaan anggaran disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Serta harus bisa meminimalisir pengeluaran dengan kegiatan yang tidak masuk kategori darurat.
“Jadi harus bisa melihat mana prioritas. Sekalipun nanti realisasi Bankeu tak sesuai harapan namun pembangunan jalan melalui program Jakamantul tetap berjalan, bila perlu harusnya memang kita demo juga ke provinsi biar tahu bahwa masyarakat butuh pembangunan jalan,” katanya.
Kabid Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Pandeglang Ade Juliansyah mengatakan, Pemkab Pandeglang memang berharap porsi anggaran Bankeu tahun 2023 lebih besar.
“Harapannya ya Rp100 miliar. Untuk merekonstruksi jalan di Kabupaten Pandeglang,” katanya.
Ade mengungkapkan, total panjang jalan kabupaten sepanjang 723,03 kilometer. Sedangkan kondisi Jalan Kabupaten yang rusak dan rusak berat atau tidak mantap sepanjang 211,31 Kilometer.
“Sedangkan jalan dengan kondisi baik dan sedang dalam penanganan program Jakamantul sepanjang 511,72 kilometer. Jadi masih ada 211,31 kilometer panjang jalan yang harus dilakukan penanganan,” katanya.










