TANGERANG – Universitas Raharja Tangerang menggelar seminar International Conference IEEE Conference on Creative Communication and Innovative Technology (ICCIT) 2022 yang diikuti 13 negara, Selasa (22/11)
Dari dalam negeri para narasumber yang hadir di antaranya Wahyudi Asbi dari IEEE Indonesia Section Chair. Sementara pembicara luar negeri hadir Prof Dr Shih-Chih Chen, Ph.D dari National Kaohsiung University of Science and Technology.
Rektor Universitas Raharja Tangerang, Po Abas Sunarya menyampaikan, seminar internasional menjadi sebuah keharusan untuk perguruan tinggi swasta. “Kita harus bisa berbuat banyak, terutama terkait hal yang menyangkut riset. Supaya kita bisa go internasional,” ujar Abas kepada wartawan, Selasa (22/11).
Melalui kegiatan berskala internasional ini, dia juga ingin memperlihatkan bahwa PTS pun bisa melakukan apa yang selama ini seolah hanya bisa diperbuat PTN.
“Selama ini yang dilihat oleh pemerintah pusat khususnya adalah PTN. Nah, ini kita kasih contoh lah bahwa selama ini kita juga selain terus menjalan program pemerintah, juga melakukan inovasi dan kreativitas dengan skala global. Seperti yang hari ini kita sudah gelar tiga hari. Pertama di Bali, kedua di sini dengan zoom dan hari ini di sini dengan jumlah yang memang kita batasi, itu dalam bidang riset,” ucapnya.
Dikatakannya, riset ini bertujuan untuk mencari bentuk dan kebaruan. Sebab saat ini diyakini pelajaran monoton kelas sudah tidak lagi mampu bersaing.
“Makanya inovasi dari intelektual muda khususnya mahasiswa terus kita kembangkan, sehingga ada novelty terbaru sehingga ada manfaat dari riset tersebut, dan pada saatnya bisa dipergunakan oleh semua kalangan,” ujarnya.
Abas menambahkan, dari 116 paper yang masuk dalam kegiatan ini adalah penelitian segala macam. “Bahkan ada 13 yang ikut serta dari luar negeri dan dari 9 provinsi lainnya. Ini menurut saya sudah lebih dari ketentuan, karena kan minimal 3, jadi ini kualitasnya sudah sudah tidak meragukan,” ujarnya.
Disinggung mengapa memilih IT dan komunikasi, Abas menjelaskan bahwa tidak ada satu pun bentuk riset yang berbau teknologi informasi. Oleh karena itu bidang IT dan komunikasi dipadupadankan sehingga menghasilkan sesuatu yang optimal. (asp/rbnn)











