TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Seorang anak berkaus lusuh berjalan menenteng plastik kresek. Di dalam kantong plastik itu terdapat cilok yang ia jual.
Nama anak itu ialah Muhammad Romi. Ia tinggal di sebuah kontrakan di dekat SD Islam Mekar Jaya, Kecamatan Serpong Kota Tangerang Selatan.
Sehari-hari ia menjual cilok dengan berjalan ratusan meter. Di bawah teriknya matahari, ia menawarkan dagangannya kepada orang yang ia temui di jalan dan ke rumah-rumah warga.
Kini Romi sudah tidak lagi bersekolah. Ia putus sekolah sejak kelas 2 SMP. Sejak saat itu sudah harus memikul beban keluarga dengan berjualan cilok.
Romi tinggal bersama ibu dan adiknya yang masih balita. Sementara ayahnya telah lama meninggal dunia akibat kecelakaan di Lampung.
Romi mengaku satu bungkus berisikan 3 buah cilok dijual dengan harga Rp 2 ribu. Sekali berjualan membawa dua bungkus plastik berisikan puluhan cilok.
Dalam sehari berjualan, ia bisa membawa pulang uang Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu. Uang itu kemudian ia berikan seluruhnya kepada ibunya yang sedang mengasuh adiknya yang masih balita.
Menurutnya, cilok yang ia jual dibuat oleh ibunya. Ibunya harus menyisihkan modal Rp 100 ribu dalam setiap membuat cilok di rumah kontrakannya.
Romi mengaku masih ingin bersekolah. “Saya masih pengen sekolah lagi. Gak papa sambil jualan cilok nanti,” ujarnya ketika ditemui di Perumahan Nusa Loka, Serpong, Kota Tangsel, Selasa 20, Desember 2022.
Reporter: Syaiful Adha.
Editor : Aas Arbi











